KLASIFIKASI DAN JENIS MANFAAT BAGI SUMBER DAYA HUTAN POHON KETAPANG
Dosen PenanggungJawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Mora Asido F Situmorang
171201216
Hut 4D
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KLASIFIKASI DAN JENIS-JENIS
MANFAAT BAGI SUMBER DAYA HUTAN POHON KETAPANG
Hutan
adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan
persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan
pemerintah sebagai hutan. Jika pengertian hutan ditinjau dari sudut pandang
sumberdaya ekonomi terdapat sekaligus tiga sumberdaya ekonomi yaitu: lahan,
vegetasi bersama semua komponen hayatinya serta lingkungan itu sendiri sebagai
sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir ini tidak dapat diabaikan. Sedangkan
kehutanan diartikan sebagai segala pengurusan yang berkaitan dengan hutan,
mengandung sumberdaya ekonomi yang beragam dan sangat luas pula dari kegiatan-kegiatan
yang bersifat biologis seperti rangkain proses silvikultur sampai dengan
berbagai kegiatan administrasi pengurusan hutan. Hal ini berarti kehutanan
sendiri merupakan sumberdaya yang
Hasil
hutan juga jelas merupakan sumberdaya ekonomi potensial yang beragam yang
didalam areal kawasan hutan mampu menghasilkan hasil hutan kayu, non kayu dan hasil hutan tidak kentara
(intangible) seperti perlindungan tanah, pelestarian sumberdaya air dan beragam
hasil wisata. Uraian tersebut di atas terungkap bahwa hutan, kehutanan dan
hasil hutan sesungguhnya menjadi sumberdaya (resources) yang mempunyai potensi
menciptakan barang, jasa serta aktifitas ekonomi yang sangat bermanfaat bagi
masyarakat. Kajian ekonomi akan meliputi semberdaya sendiri-sendiri atau secara
majemuk sehingga disebut sumberdaya hutan.
Ekonomi
SDH adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan
produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam
kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja,
pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian
ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi SDH untuk menjawab barang dan
jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha
(bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab
bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk sebesarbesar kemakmuran rakyat
dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah memberikan kontribusi bagi
tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan
jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat.
Dengan
demikian Ekonomi sumberdaya hutan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia dalam memanfaatkan sumberdaya hutan, sehingga fungsinya dapat
dipertahankan dan ditingkatkan dalam jangka panjang. Pada dasarnya ekonomi
summberdaya hutan tidak berbeda dengan ilmu pengetahuan ekonomi pada umummnya,
karena sumberdaya hutan mengandung sifatsifat khas sehingga dipandang dapat
dipahami kalau dipelajari sebagai subjek pengetahuan tersendiri. 1). Produk SDH senantiasa tumbuh dalam proses
produksi yang berlainan dengan produksi dalam suatu pabrik yang meramu bahan
mentah melalui suatu proses teknologi yang dapat diatur waktunya. Proses
produksi SDH tergantung alam dan memerlukan waktu lebih lama 2). Kayu sebagai
salah satu produk utama sumberdaya hutan yang penting diambil dari pohon-pohon
yang beragam umurnya memerlukan persediaan yang cukup besar (luas dan
volumenya), dengan sendirinya menuntut manajemen yang tidak sederhana 3).
Akibat situasi di atas, massa kayu yang merupakan tegakan yang senantiasa
tumbuh itu tidak mudah dibedakan apakah merupakan produksi akhir atau sebagai
modal yang sedang dalam pertumbuhan.
Ekonomi
SDH sangat mendasar posisinya dalam pengelolaan hutan; tanpa pertimbangan atau
analisis ekonomi efisiensi pengelolaan hutan sukar tercapai. Analisis ekonomi
SDH dapat diketahui apa yang diusahakan, berapa jumlahnya, kapan ditanam dan
kapan dipanen serta berapa harga jual sehingga pengelolaan hutan dapat
menguntungkan dan berkesinambungan. Pertimbangan- pertimbangan ekonomi tidak
hanya pada kegiatan pemanfaatan hasil hutan, tetapi juga berlaku untuk kegiatan
konservasi dan rehabilitasi hutan dalam upaya meningkatkan jasa lingkungan dari
hutan.
KLASIFIKASI JENIS DAN
MANFAAT POHON KETAPANG
Tumbuhan ketapang yang memiliki nama latin Terminalia
catappa adalah nama sejenis pohon tepi pantai yang
rindang. Terminalia catappa merupakan
pohon besar dengan tinggi mencapai 40 m dan gemang
batang sampai 1,5 m. Bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar
dan bertingkat-tingkat. Ketapang merupakan
tumbuhan asli Asia Tenggara. Namun
pada wilayah Sumatra dan Kalimantan pohon ketapang jarang ditemukan.
Pohon ini biasa ditanam di Australia bagian
utara dan Polinesia, India, Pakistan, Madagaskar, Afrika Timur dan Afrika Barat, Amerika Tengah, serta Amerika Selatan.
Terminalia
catappa cocok dengan iklim pesisir dan dataran rendah
hingga ketinggian sekitar 400 m dpl dengan curah hujan antara 1.000–3.500 mm
pertahun, dan bulan kering hingga 6 bulan. Ketapang menggugurkan
daunnya dua kali dalam satu tahun, sehingga tumbuhan ini
bisa bertahan menghadapi bulan-bulan yang kering. Buahnya yang memiliki
lapisan gabus dapat
terapung-apung di air sungai dan lauthingga berbulan-bulan, sebelum tumbuh di
tempat yang cocok. Buahnya juga disebarkan oleh kelelawar.
Terminalia catappa memiliki
berbagai manfaat, antara lain :
1. Daunnya
dimanfaatkan untuk menyamak kulit, sebagai bahan pewarna hitam dan untuk
membuat tinta
2. Batang
kayu ketapang digunakan dalam pembuatan perahu
3. Biji
ketapang dapat dimakan mentah atau dimasak sebagai pengganti
biji almond dalam pembuatan kue.
Manfaat Ketapang Secara Umum
Secara
keseluruhan, hampir seluruh bagian dari pohon Ketapang dapat diambil
manfaatnya. Daun-daunnya banyak digunakan untuk bahan dasar pembuatan tinta,
bahan pewarna hitam, dan untuk menyamak kulit. Daun Ketapang mengandung 12
jenis tanin yang bisa dihidrolisis. Kulit
jaringan kayunya (pepagan) dapat dijadikan zat pewarna. Warna yang dihasilkan
pepagan Ketapang adalah warna kuning kecokelatan hingga warna zaitun. Kulit
jaringan kayu atau pepagan ini mengandung tanin sebesar 11% – 23%.
Kayu
pohon Ketapang berwarna merah bata pucat sampai kecokelatan. Berat jenis kayu
yang disebut red-brown terminalia ini berkisar antara 0,465 hingga 0,675. Kayu pohon Ketapang tidak terlalu awet
tetapi cukup ulet dan keras, karenanya kayu Ketapang banyak digunakan untuk
menutup lantai (venir) dan membuat perahu.
Biji
buah Ketapang bisa dimakan. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa biji
Ketapang lebih enak daripada biji kenari. Oleh karena itu, banyak pembuat kue
menggunakan biji Ketapang sebagai pengganti biji kacang kenari dan almond. Jika
dijemur, inti biji Ketapang akan menghasilkan minyak kekuningan.
Minyak
ini kaya akan berbagai asam lemak, seperti asam oleat (sebanyak 23,3%), asam
palmitat (55,5%), asam linoleat, asam miristat, dan asam stearat. Selain asam
lemak, biji Ketapang kering juga mengandung 16% gula, 25% protein, dan berbagai
jenis asam amino.
Klasifikasi ketapang
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Myrtales
Famili
: Combretaceae
Genus
: Terminalia
Spesies : Terminalia catappa L.
Deskripsi
ketapang
Ketapang memiliki
ciri batang ketapang berwarna cokelat tua keabu-abuan, memiliki
cabang-cabang horizontal sehingga kanopi pohon berbentuk segitiga. Daun
berbentuk lonjong atau bulat telur dan berwarna hijau, tetapi bila sudah tua
daun akan menguning kemudian memerah dan selanjutnya gugur menjadi
cokelat. Ujung daun membulat, pangkal daun membulat. Malai bunga
muncul di ujung dahan atau ranting.
Sebidang
area taman yang banyak ditanami pohon ketapang kencana akan
memberikan dampak yang positif pada lingkungan, sebab mampu meneduhkan dan
menyerap erbagai polusi udara, yang tentunya akan berdampak kepada hunian yang
lebih asri dan ramah lingkungan
Ranting-ranting
pohon ketapang yang telah tumbuh dapat berguna untuk menyaring cahaya matahari
yang masuk, yang memungkinkan area sekitar dapat terasa lebih sejuk dan teduh.
Selain itu, pada organnya terdapat sebuah akar yang berguna untuk menyerap
unsur air berlebih. Dengan demikian bisa disimpulkan, selain dapat dipergunakan
untuk hiasan taman, ternyata pohon ini juga dapat meminimalisir terjadinya
banjir sebab bagian perakarannya dapat menyerap sejumlah air yang ditumpahkan
dari atas langit.
Akar
yang tumbuh pada pohon ketapang berjenis akar tunggang yang mana akar semacam
ini akan sangat berguna untuk memperkokoh berdirinya suatu pohon, yang umumnya
pohon dapat tumbuh hingga belasan meter. Oleh karenanya akar tunggang sangat
diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kekokohan berdirininya suatu pohon.
Untuk itu, kini para developer perumahan sangat memprioritaskan pohon ketapang
khususnya pohon ketapang kencana agar dapat digunakan sebagai komponen taman.
Hal ini didasari dari sisi kegunaan dan manfaat yang
dihasilkan
1.Tanaman hias
Pertama
kegunaannya untuk lingkungan adalah sebagai tanaman hias yang indah. Biasanya
tanaman hias yang ditanam di perkarangan rumah bertujuan untuk membuat rumah
indah dan halaman tidak tampak gersang yang merupakan manfaat tanaman
hias secara umum.
2. Peneduh
dari sinar matahari
Manfaat cahaya matahari pada pagi hari memang baik untuk
kesehatan kulit. Pohon ini memiliki dahan yang banyak dan bercabang sehingga
bisa menjadi penyaring sinar mahatari pada siang hari. Jika ditanam di rumah
bisa melindungi rumah dari sinar matahari secara langsung.
3. Menyejukkan
area sekitar
Pohon
ketapang
juga memiliki peran
untuk menyejukkan sekitar lingkungan. Menyejukkan lingkungan sekitar ini cocok
saat udara siang yang panas. Ini karena pohon umumnya menghasilkan oksigen dari
proses pembakaran makanan mereka.
4. Menyerap
polusi
Polusi
merupakan partikel debu yang bertebaran, selain debu polusi juga bisa berasal
dari pembakaran sampah atau lahan dan asap kendaraan bermotor dan mobil.
sekitarnya.
5. Meningkatkan
konsetrasi
Manfaat
pohon ketapang yang kelima adalah
untuk meningkatkan konsentrasi. Pohon ketapang kencana ini memiliki daun yang
rindang sehingga teduh dibawahnya membawa suasana yang sangat nyaman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar